
GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi menghidupkan kembali panggung kreativitas mahasiswa dengan menggelar Pekan Seni Mahasiswa Universitas (Peksimitas) tingkat universitas tahun 2026.
Ajang bergengsi ini dibuka langsung secara resmi oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST, MT, IPU, ASEAN Eng., pada Selasa (19/5) di panggung utama ditandai dengan performa seni dari perwakilan mahasiswa.
Peksimitas tahun ini menjadi momentum penting sekaligus agenda rutin strategis kampus dalam menjaring dan mempersiapkan delegasi bertalenta. Para pemenang dari seleksi tingkat universitas ini nantinya akan digembleng untuk mewakili nama UNG berkompetisi di tingkat nasional pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksimitas) yang dijadwalkan berlangsung di Universitas Jember pada bulan September mendatang.
Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kesuksesan agenda universitas, Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum UNG memberikan dukungan penuh sejak tahap persiapan. Mulai dari fasilitasi tempat, koordinasi kelayakan sarana, hingga pemenuhan kebutuhan logistik dikawal secara optimal oleh Biro Umum demi menjamin seluruh rangkaian tahapan kompetisi seni ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan sukses tanpa kendala teknis.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Rektor UNG Prof. Eduart Wolok menekankan bahwa esensi utama dari diaktifkannya kembali Peksimitas ini bukan sekadar mengejar piala atau predikat juara. Rektor menggarisbawahi pentingnya proses pembelajaran, pembentukan mental, serta pengalaman berharga yang didapatkan mahasiswa selama berkompetisi.
Lebih lanjut, Rektor berharap ajang ini dapat melatih kemampuan adaptasi, kolaborasi, dan sportivitas mahasiswa yang akan menjadi bekal soft skill penting di masa depan. Menutup arahannya, Prof. Eduart Wolok menyampaikan doa serta harapan besar agar seluruh rangkaian kegiatan yang baru dimulai ini berjalan dengan lancar dan melahirkan hasil terbaik yang mampu mengharumkan nama Universitas Negeri Gorontalo di kancah nasional.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Bagian Fakultas Ilmu Sosial UNG, Meilawaty Ali, SE, MM.
dan dilanjutkan oleh Kepala Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum UNG Arief Racman Hakim Abdul, S.Pd, M.Pd., yang menyampaikan Informasi Pengajuan Jabatan Akademik Dosen (JAD), dan Evaluasi Tenaga Kependidikan dan Perencanaan SDM. Dan ditutup dengan informasi akademik dan proses penerimaan mahasiswa baru yang disampaikan oleh Kepala Bagian Akademik UNG Jemi Hasan, S.Pd.
Mengelola Aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) dan memahami alur kerja persuratan elektronik, mulai dari penyusunan konsep naskah, proses verifikasi, perbaikan dokumen apabila terdapat catatan dari verifikator, hingga tahapan persetujuan dan penandatanganan.
Berlokasi: Aula Prof. Kadir Abdussamad Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG
Waktu Pelaksanaan: 04 Juni 2026 Mulai dari Pukul 09:00 - 16:30 WITA
Tata Naskah Dinas Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 42 Tahun 2025 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
Berlokasi: Aula Prof. Kadir Abdussamad Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG
Waktu Pelaksanaan: 03 Juni 2026 Mulai dari Pukul 08:00 - 16:30 WITA
Poin Penting Sambutan Rektor UNG
- Apresiasi Kehadiran pimpinan: Rektor menyapa dan mengapresiasi kehadiran para Wakil Rektor (khususnya Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni), para Dekan (FPIK, FEB, Faperta, FH, FSB, FK, FMIPA, dan Fakultas Olahraga), serta para Wakil Dekan 3 dari seluruh fakultas.
- Prestasi dan Target Sejarah: Rektor mengingatkan kembali prestasi UNG pada Peksiminas 2022 di Universitas Brawijaya, Malang, di mana UNG berhasil menjadi peserta meraih medali terbaik di kawasan Indonesia Timur. Prestasi ini dijadikan modal semangat (spirit) agar kontingen tahun 2026 bisa tampil lebih kompetitif dan meraih hasil yang sama atau bahkan lebih baik di Jember nanti.
- Peresmian Pembukaan: Rektor membuka secara resmi rangkaian acara PEKSIMITAS UNG dengan bersama-sama melepaskan bacaan basmalah.
- Pesan untuk Mahasiswa: Rektor menekankan bahwa kompetisi ini bukan sekadar urusan menjadi juara satu atau tidak, melainkan tentang proses dan pengalaman luar biasa yang akan didapatkan oleh mahasiswa untuk masa depan mereka.