
Gorontalo, 21 Juli 2026 – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui Unit Penunjang Akademik (UPA) Bimbingan dan Konseling (BK) menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Stres Pegawai dengan tema "Tetap Tanggap di Tengah Tekanan: Seni Mengelola Stres di Dunia Kerja". Kegiatan yang berlangsung di Lingkungan UNG ini diikuti oleh tenaga kependidikan, dosen, serta unsur pimpinan di lingkungan UNG sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UNG, Dr. Mohamad Hidayat Konio, S.T., M.Kom., didampingi Kepala Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum UNG, Arief Rahman Hakim Abdul, S.Pd., M.Pd., serta Kepala UPA Bimbingan dan Konseling UNG, Idriani Idris, S.Pd., M.Pd. Kegiatan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang psikologi dan pengembangan sumber daya manusia, yakni Desi Sekar Ayu Ningrum, M.Psi., Psikolog, Jumadi Mori Salam Tuasikal, S.Pd., M.Pd., dan Permata Sari, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Kepala UPA BK UNG, Idriani Idris, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah preventif dan promotif dalam menjaga kesehatan mental pegawai. Berdasarkan hasil skrining kesehatan mental yang dilakukan sebelumnya, mayoritas pegawai berada pada kondisi yang relatif stabil. Namun demikian, menurutnya, kondisi tersebut harus terus dipelihara melalui peningkatan kemampuan mengelola stres agar tidak berkembang menjadi tekanan yang lebih berat.
"Menjaga kesehatan mental bukanlah sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali tenaga kependidikan dengan keterampilan mengenali sumber stres, menerapkan teknik relaksasi, membangun kebiasaan positif, serta memperkuat dukungan antarsesama pegawai sehingga tetap produktif di tengah berbagai tuntutan pekerjaan."
Sementara itu, Kepala Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum UNG, Arief Rahman Hakim Abdul, memberikan apresiasi atas inisiatif UPA BK dalam menghadirkan pelatihan yang dinilai sangat relevan dengan tantangan dunia kerja saat ini. Menurutnya, kesehatan mental pegawai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan pencapaian visi Universitas Negeri Gorontalo.
"Pelatihan ini merupakan langkah yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan UNG. Saya berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh sehingga mampu meningkatkan kinerja, memperkuat semangat kolaborasi, dan bersama-sama mewujudkan UNG yang unggul dan berdaya saing," Ujar Arief.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UNG, Dr. Mohamad Hidayat Konio, menegaskan bahwa perkembangan Universitas Negeri Gorontalo yang terus meningkat, baik dari jumlah mahasiswa maupun pegawai, menuntut seluruh sivitas akademika untuk mampu beradaptasi dengan berbagai dinamika pekerjaan yang kini semakin kompleks dan berbasis digital.
Ia menilai pengelolaan stres menjadi kompetensi yang penting dimiliki oleh setiap tenaga kependidikan agar tetap mampu memberikan pelayanan terbaik kepada sivitas akademika. Menurutnya, pelatihan seperti ini merupakan bentuk investasi institusi dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh, sehat secara mental, serta mampu menghadapi tekanan pekerjaan secara positif.
Selain penyampaian materi, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai teknik relaksasi, mindfulness, pengelolaan emosi, self-care, serta strategi membangun keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Melalui pendekatan yang aplikatif, peserta diharapkan dapat menerapkan berbagai metode tersebut dalam aktivitas sehari-hari sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih sehat, harmonis, dan produktif.
Melalui pelaksanaan pelatihan ini, Universitas Negeri Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tidak hanya dari aspek kompetensi profesional, tetapi juga kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis pegawai sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berkelanjutan.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Bagian Fakultas Ilmu Sosial UNG, Meilawaty Ali, SE, MM.
dan dilanjutkan oleh Kepala Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum UNG Arief Racman Hakim Abdul, S.Pd, M.Pd., yang menyampaikan Informasi Pengajuan Jabatan Akademik Dosen (JAD), dan Evaluasi Tenaga Kependidikan dan Perencanaan SDM. Dan ditutup dengan informasi akademik dan proses penerimaan mahasiswa baru yang disampaikan oleh Kepala Bagian Akademik UNG Jemi Hasan, S.Pd.
Mengelola Aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) dan memahami alur kerja persuratan elektronik, mulai dari penyusunan konsep naskah, proses verifikasi, perbaikan dokumen apabila terdapat catatan dari verifikator, hingga tahapan persetujuan dan penandatanganan.
Berlokasi: Aula Prof. Kadir Abdussamad Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG
Waktu Pelaksanaan: 04 Juni 2026 Mulai dari Pukul 09:00 - 16:30 WITA
Tata Naskah Dinas Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 42 Tahun 2025 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
Berlokasi: Aula Prof. Kadir Abdussamad Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG
Waktu Pelaksanaan: 03 Juni 2026 Mulai dari Pukul 08:00 - 16:30 WITA
Poin Penting Sambutan Rektor UNG
- Apresiasi Kehadiran pimpinan: Rektor menyapa dan mengapresiasi kehadiran para Wakil Rektor (khususnya Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni), para Dekan (FPIK, FEB, Faperta, FH, FSB, FK, FMIPA, dan Fakultas Olahraga), serta para Wakil Dekan 3 dari seluruh fakultas.
- Prestasi dan Target Sejarah: Rektor mengingatkan kembali prestasi UNG pada Peksiminas 2022 di Universitas Brawijaya, Malang, di mana UNG berhasil menjadi peserta meraih medali terbaik di kawasan Indonesia Timur. Prestasi ini dijadikan modal semangat (spirit) agar kontingen tahun 2026 bisa tampil lebih kompetitif dan meraih hasil yang sama atau bahkan lebih baik di Jember nanti.
- Peresmian Pembukaan: Rektor membuka secara resmi rangkaian acara PEKSIMITAS UNG dengan bersama-sama melepaskan bacaan basmalah.
- Pesan untuk Mahasiswa: Rektor menekankan bahwa kompetisi ini bukan sekadar urusan menjadi juara satu atau tidak, melainkan tentang proses dan pengalaman luar biasa yang akan didapatkan oleh mahasiswa untuk masa depan mereka.