
GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka penghormatan terakhir dan pelepasan jenazah salah satu dosen senior dan tokoh perintis institusi, Almarhum Drs. H. Binyamin Mahdang, pada Senin (03/08).
Suasana duka dan penuh khidmat tampak menyelimuti kediaman duka saat prosesi sidang berlangsung. Ketua Senat UNG, Prof. Dr. Femy M. Sahami, S.Pi., M.Si., memimpin langsung jalannya acara dari meja pimpinan sidang, di dampingi jajaran civitas akademika, pimpinan universitas, serta keluarga besar Almarhum yang hadir mengikuti seluruh rangkaian penghormatan dengan tertib.
Almarhum Drs. H. Benyamin Mahdang wafat pada usia 88 tahun di RS Mustajab setelah menjalani pengabdian panjang selama lebih dari 40 tahun di kampus UNG sejak era FKIP Unsrat Manado di Gorontalo. Sepanjang masa baktinya, Almarhum pernah mengemban berbagai posisi penting, mulai dari Sekretaris dan Ketua Jurusan Sejarah, Kepala Bidang Kemahasiswaan, Pembantu Dekan III, hingga Kepala Bidang Registrasi Akademik FKIP.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., yang mewakili pimpinan universitas menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Almarhum. Beliau menegaskan bahwa Almarhum merupakan bagian penting dari sejarah panjang UNG yang telah mewakafkan ilmu, tenaga, dan pikirannya demi mencerdaskan anak bangsa.
Perwakilan keluarga Almarhum, Drs. H. Roni A. Bobihu, menyampaikan terima kasih atas penghormatan tertinggi yang diberikan oleh universitas serta memohonkan maaf atas segala kesalahan Almarhum selama hidupnya. Setelah penutupan Sidang Senat Terbuka Luar Biasa, rangkaian prosesi dilanjutkan dengan salat zuhur dan salat jenazah berjamaah sebelum diberangkatkan ke tempat pemakaman