
Universitas Negeri Gorontalo sebagai inisiator pengembangan Kawasan Teluk Tomini terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak baik di dalam dan luar negeri untuk terus mengembangkan potensi Kawasan Teluk Tomini. Salah satu lembaga internasional yang bekerja sama dengan UNG adalah Dewan Riset Belanda NWO. Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat implementasi pengembangan Teluk Tomini.
Dalam pertemuan dengan NWO pada Kamis, 23 November 2023 di Den Haag, Netherlands, Rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok, ST, MT, IPM. menyepakati Riset dan Kolaborasi bidang Regional Planning sebagai pintu masuk kerja sama UNG dengan para pihak di Belanda. Hal ini bertujuan agar pengembangan Teluk Tomini didasarkan pada hasil riset multi-disiplin untuk menghasilkan masterplan yang komprehensif bagi Teluk Tomini.
"Teluk Tomini harus dikembangkan berbasis riset komprehensif, sehingga dasar dan arah pembangunan di kawasan akan kuat dan berkelanjutan", ungkapnya.
Eduart menjelaskan bahwa upaya ini juga untuk makin mematangkan persiapan Teluk Tomini sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Berbasis Perdesaan pertama di Indonesia.
“Kolaborasi dengan para pihak di Belanda melalui NWO dipilih karena pengalaman panjang Belanda dalam mengembangkan teknologi tepat guna untuk potensi laut dan pertanian berbasis komunitas di negeri kincir angin ini”, ujarnya.
Selain itu, komitmen UNG bersama pemerintah daerah di kawasan Teluk Tomini untuk menjadikan Tomini sebagai hub perdagangan Asia Pasifik akan semakin mudah melalui studi tiru di Belanda yang telah lama menjadikan Rotterdam sebagai Hub perdagangan dan supply chain Eropa dan dunia.
"Ini tentu akan butuh waktu panjang, tetapi kita bisa melihat langsung tahapan-tahapan yang mereka lalui untuk kemudian kita adjust sesuai dengan konteks dan kebutuhan kita di kawasan", pungkasnya.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Bagian Fakultas Ilmu Sosial UNG, Meilawaty Ali, SE, MM.
dan dilanjutkan oleh Kepala Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum UNG Arief Racman Hakim Abdul, S.Pd, M.Pd., yang menyampaikan Informasi Pengajuan Jabatan Akademik Dosen (JAD), dan Evaluasi Tenaga Kependidikan dan Perencanaan SDM. Dan ditutup dengan informasi akademik dan proses penerimaan mahasiswa baru yang disampaikan oleh Kepala Bagian Akademik UNG Jemi Hasan, S.Pd.
Mengelola Aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) dan memahami alur kerja persuratan elektronik, mulai dari penyusunan konsep naskah, proses verifikasi, perbaikan dokumen apabila terdapat catatan dari verifikator, hingga tahapan persetujuan dan penandatanganan.
Berlokasi: Aula Prof. Kadir Abdussamad Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG
Waktu Pelaksanaan: 04 Juni 2026 Mulai dari Pukul 09:00 - 16:30 WITA
Tata Naskah Dinas Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 42 Tahun 2025 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
Berlokasi: Aula Prof. Kadir Abdussamad Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG
Waktu Pelaksanaan: 03 Juni 2026 Mulai dari Pukul 08:00 - 16:30 WITA
Poin Penting Sambutan Rektor UNG
- Apresiasi Kehadiran pimpinan: Rektor menyapa dan mengapresiasi kehadiran para Wakil Rektor (khususnya Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni), para Dekan (FPIK, FEB, Faperta, FH, FSB, FK, FMIPA, dan Fakultas Olahraga), serta para Wakil Dekan 3 dari seluruh fakultas.
- Prestasi dan Target Sejarah: Rektor mengingatkan kembali prestasi UNG pada Peksiminas 2022 di Universitas Brawijaya, Malang, di mana UNG berhasil menjadi peserta meraih medali terbaik di kawasan Indonesia Timur. Prestasi ini dijadikan modal semangat (spirit) agar kontingen tahun 2026 bisa tampil lebih kompetitif dan meraih hasil yang sama atau bahkan lebih baik di Jember nanti.
- Peresmian Pembukaan: Rektor membuka secara resmi rangkaian acara PEKSIMITAS UNG dengan bersama-sama melepaskan bacaan basmalah.
- Pesan untuk Mahasiswa: Rektor menekankan bahwa kompetisi ini bukan sekadar urusan menjadi juara satu atau tidak, melainkan tentang proses dan pengalaman luar biasa yang akan didapatkan oleh mahasiswa untuk masa depan mereka.