
Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tidak main-main dalam urusan kualitas. Kampus Merah Maron ini baru saja mengumumkan target ambisius untuk melakukan lompatan besar dalam capaian akreditasi program studi (Prodi). Tak tanggung-tanggung, UNG membidik 55 persen dari total prodinya meraih predikat "Unggul" mulai tahun 2026 ini.
Target ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata dari komitmen berkelanjutan dalam memberikan layanan pendidikan tinggi kelas wahid bagi masyarakat. Dalam sambutannya, Rektor UNG Eduart Wolok, memaparkan bahwa upaya meningkatkan kualitas akademik telah membuahkan hasil yang signifikan dalam enam tahun terakhir. Berkat kerja keras seluruh sivitas akademika, UNG berhasil menggenjot jumlah prodi terakreditasi Unggul dari yang semula hanya 11 persen, kini telah menyentuh angka 30 persen.
“Daya upaya seluruh sivitas akademika UNG dalam meningkatkan kualitas yang diwujudkan dalam akreditasi itu tidak main-main. Kita sudah berhasil melipatgandakan capaian, namun kita tidak akan berhenti di sini,” tegas Rektor saat memberikan sambutan pada kegiatan Wisuda Ke-60, Selasa (14/4).
Memasuki tahun 2026, UNG berupaya "tancap gas" dengan menetapkan target 55 persen prodi terakreditasi Unggul. Rektor menekankan bahwa misi besar ini bukan semata-mata untuk mengejar reputasi institusi, melainkan bentuk tanggung jawab sosial kepada publik.
“Target besar tersebut bukan untuk UNG semata. Namun ini dalam upaya memberikan layanan akademik terbaik dengan memenuhi standar kualitas nasional, serta kesempatan mengenyam pendidikan tinggi yang lebih luas untuk seluruh masyarakat pada prodi yang kualitasnya diakui secara nasional,” terangnya.
Mewujudkan target kenaikan hingga 25 persen dalam waktu singkat tentu membutuhkan sinergi yang kuat. Rektor berharap seluruh sivitas akademika—mulai dari dosen, staf, hingga mahasiswa—beserta masyarakat Gorontalo dapat memberikan dukungan penuh, sehingga berbagai target besar tersebut dapat diwujudkan secara maksimal oleh UNG.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Bagian Fakultas Ilmu Sosial UNG, Meilawaty Ali, SE, MM.
dan dilanjutkan oleh Kepala Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum UNG Arief Racman Hakim Abdul, S.Pd, M.Pd., yang menyampaikan Informasi Pengajuan Jabatan Akademik Dosen (JAD), dan Evaluasi Tenaga Kependidikan dan Perencanaan SDM. Dan ditutup dengan informasi akademik dan proses penerimaan mahasiswa baru yang disampaikan oleh Kepala Bagian Akademik UNG Jemi Hasan, S.Pd.
Mengelola Aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) dan memahami alur kerja persuratan elektronik, mulai dari penyusunan konsep naskah, proses verifikasi, perbaikan dokumen apabila terdapat catatan dari verifikator, hingga tahapan persetujuan dan penandatanganan.
Berlokasi: Aula Prof. Kadir Abdussamad Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG
Waktu Pelaksanaan: 04 Juni 2026 Mulai dari Pukul 09:00 - 16:30 WITA
Tata Naskah Dinas Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 42 Tahun 2025 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
Berlokasi: Aula Prof. Kadir Abdussamad Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG
Waktu Pelaksanaan: 03 Juni 2026 Mulai dari Pukul 08:00 - 16:30 WITA
Poin Penting Sambutan Rektor UNG
- Apresiasi Kehadiran pimpinan: Rektor menyapa dan mengapresiasi kehadiran para Wakil Rektor (khususnya Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni), para Dekan (FPIK, FEB, Faperta, FH, FSB, FK, FMIPA, dan Fakultas Olahraga), serta para Wakil Dekan 3 dari seluruh fakultas.
- Prestasi dan Target Sejarah: Rektor mengingatkan kembali prestasi UNG pada Peksiminas 2022 di Universitas Brawijaya, Malang, di mana UNG berhasil menjadi peserta meraih medali terbaik di kawasan Indonesia Timur. Prestasi ini dijadikan modal semangat (spirit) agar kontingen tahun 2026 bisa tampil lebih kompetitif dan meraih hasil yang sama atau bahkan lebih baik di Jember nanti.
- Peresmian Pembukaan: Rektor membuka secara resmi rangkaian acara PEKSIMITAS UNG dengan bersama-sama melepaskan bacaan basmalah.
- Pesan untuk Mahasiswa: Rektor menekankan bahwa kompetisi ini bukan sekadar urusan menjadi juara satu atau tidak, melainkan tentang proses dan pengalaman luar biasa yang akan didapatkan oleh mahasiswa untuk masa depan mereka.